MATAHARINEWS.com

Mewartakan dengan Terang Benderang

Sabtu,23 Agustus 2014

Update18:06:15 WIB

Anda berada di sini: Nusantara Indonesia Timur Bupati ToliToli HM Saleh Bantilan, Lebih Sering Di Jakarta
Galat
  • JFolder::create: Path not in open_basedir paths

Bupati ToliToli HM Saleh Bantilan, Lebih Sering Di Jakarta

  • PDF

 


Mataharines.com, Palu - Kinerja Bupati ToliToli HM Saleh Bantilan saat ini menjadi sorotan, baik bagi kalangan Legislatif Daerah Kabupaten ToliToli. Sejak menjabat Bupati ToliToli Sulawesi Tengah sepertinya HM Saleh Bantilan tak betah berlama-lama berada di daerah yang dipimpinnya sebagai Kepala Daerah.

Justru Bupati HM Saleh Bantilan lebih banyak berada di luar daerahnya yakni salah satunya di Jakarta, ketimpang turun melihat dari dekat apa yang jadi permasalahan masyarakatnya baik di wilayah Kecamatan maupun pedesaan.

Alasan Bupati,HM Saleh Bantilan keberadaannya diluar daerah untuk mencari dana bantuan pemerintah pusat dan mencari investor untuk datang berinvestasi didaerahnya.

Keberadaan Bupati ToliToli HM Saleh Bantilan yang lebih banyak meninggalkan tugasnya didaerah dan berada di Jakarta mendapatkan tanggapan Fraksi , termasuk Fraksi Partai Golkar di DPRD Kabupaten ToliToli.

Yamin Yunus Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD ToliToli yang juga Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan menjawab pertanyaan Mataharinews.com, menyatakan dalam pandangan Fraksi di DPRD ToliToli sudah mempertanyakan kinerja Bupati HM Saleh Batilan yang sejak menjabat Bupati ToliToli justru lebih sering meninggalkan tugasnya sebagai Kepala Pemerintahan didaerah.

Dan hal itu juga sudah di jawab Bupati HM Saleh Bantilan dalam pandangan Fraksi DPRD ToliToli, dengan alasan keberadaan Bupati diluar daerah selama ini untuk melakukan loby dana bantuan pusat dan mencari investor.

Politisi Partai Golkar ToliToli ini, menyatakan apa yang dijelaskan Bupati HM Saleh Bantilan dalam pandangan Fraksi DPRD ToliToli memang bisa diterima. Dan jika Bupati ToliToli HM Saleh Bantilan berada diluar daerah ada Wakil Bupati yang setiap saat dapat melaksanakan tugas Bupati .

Tetapi semua orang tahu ada aturan tentang batas kewenangan seorang Wakil Bupati yakni menyangkut bidang pengawasan. Sebab menyangkut masalah berkaitan sangat prinsipil itu merupakan domin ( kewenangan-red ) penuh Bupati.

“Bagi saya, apa yang dilakukan Bupati MS Bantilan untuk mencari dana bantuan pusat dan mencari investor untuk memacu pembangunan daerah Kabupaten ToliToli, itu wajar dan memang sangat perlu. Tetapi jangan sampai meninggalkan tugas-tugas utama sebagai Kepala Daerah menyangkut bidang kemasyarakatan.

Karena pembangunan di Kabupaten ToliToli bukan hanya pembangunan fisik,tapi seluruh aspek sosial dan ekonomi yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Dan itu berada dalam tanggung jawab Bupati Selaku Kepala Pemerintahan Daerah yang diatur sesuai Undang-Undang Pokok Pemerintahan” kata Yamin Yunus.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Kabupaten ToliToli ini, dengan lebih sering Bupati HM Saleh Bantilan berada diluar daerah dengan alasan meloby dana bantuan pusat dan mencari investor tentu dalam setahun ini sudah bisa terlihat hasil loby Bupati .

“Apakah sudah adakah penambahan dana anggaran proyek-proyek yang besar masuk ke Kabupaten ToliToli secara signifikan? Begitu juga,dengan investor, sudah berapa banyak investor yang datang berinvestasi didaerah ini?, sebab justru yang terjadi sejumlah investor harus hengkang dari daerah ini karena dugaan terjadi izin tumpang tindih “ ungkap Yamin Yunus

Sekretaris Faksi Partai Golkar DPRD ToliToli ini mengakui saat ini Bupati MS Bantilan telah cukup berbuat meskipun hal yang baru terlihat , yakni penataan lapangan Hi Hayun ToliToli dan juga beberapa jalan ke kantong produksi di beberapa Kecamatan dan pedesaan.

Bupati ToliToli HM Saleh Bantilan yang ingin di konfirmasi Mataharinews.com melalui beberapa nomor telefon selulernya, menyangkut sering keluar daerah. Namun terdengar jawaban tidak aktif. Begitu juga melalui Short Masage Sistim (SMS) namun hasilnya gagal.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi SH, saat berada di Palu usai melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longky Djanggola MSi dan H Sudarto SH menyatakan masyarakat melalui DPRD, patut mempertanyakan apa tugas seorang Bupati yang berlama-lama di Jakarta.

Apalagi jika alasannya hanya untuk mencari dana pusat guna mendukung program pembangunan daerahnya.

Masalah sejumlah Kepala Daerah baik Gubernur , Bupati dan Walikota yang sering ke Jakarta, menurut Gamawan Fauzi, sebagai Mendagri telah mengajak para Gubernur maupun Bupati dan Walikota tentu ingin mendapatkan dana pemerintah pusat lebih besar untuk menopang program pembagunan daerahnya.

Hanya saja sebaiknya program itu melalui Bappenas ataupun melalui Kementerian terkait seperti menyangkut program infra struktur jalan dan jembatan maupun irigasi, sebaiknya datanglah ke Kementerian PU.

Jangan ketemu dengan “calo”. Sebaiknya melalui mekanisme yang ada yakni ke Bappenas. “Ada etika dalam ber-pemerintahan, semua perencanaan program pembangunan itu digodok melalui Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan diharmoniskan dengan daerah. Karena itu datanglah ke Bappenas ajukanlah program daerah atau ke Kementerian terkait” tegas Gamawan Fauzi SH. (EL)