Mataharinews.com, Jakarta - TNI Al meminta persetujuan DPR RI untuk membeli perlengkapan alutsista yaitu berupa tiga kapal perang buatan Inggris yang sebelumnya telah dipesan oleh pemerintah kerajaan Brunei namun kemudian dibatalkan.
Menurut anggota komisi I Mahfudz Siddiq, Pembelian kapal perang dari Inggris itu perlu diverifikasi lebih dulu atas beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama adalah terkait dengan anggarannya, kemudian dari aspek politisnya.
"Kita perlu tau kenapa kerajaan Brunei membatalkan pembelian kapal perang yang sudah mereka pesan itu, apakah terkait dengan kondisi kapal, atau apa?"ucap Mahfudz di DPR, Jumat (02/03/2012).
Pembatalan oleh kerajaan Brunei atas kapal perang yang sudah dibayar itu menurut Mahfudz sangat tidak lazim, kemudian daripada itu, apakah hal ini berkaitan dengan kondisi kapal perang tersebut. Oleh karenanya, komisi I DPR RI berencana akan membentuk tim untuk mengecek kondisi kapal tersebut ke Inggris. (Ep)





