MATAHARINEWS.com

Mewartakan dengan Terang Benderang

Kamis,18 September 2014

Update17:17:28 WIB

Anda berada di sini: Lifestyle Wife & husband Pernikahan Ala Tradisi India
Galat
  • JFolder::create: Path not in open_basedir paths

Pernikahan Ala Tradisi India

 


Mataharinews.com - Pernikahan adalah hal sakral bagi setiap orang, tidak hanya di indonesia tetapi di negara lain seperti india, juga dilakukan upacara adat sebagai wujud penghormatan dan pemenuhan adat bagi pasangan yang hendak menikah. Di sebuah negara bagian, di India selatan, tepatnya Cochin, upacara pernikahan biasanya dilakukan selama 2 hari berturut-turut.

Menurut hasil wawancara mataharinews dengan salah seorang warga india, bernama kannan sanoj, acara pernikahan di tempat dia bermukim, biasanya acara diselenggarakan selama 2 hari. Dimana hari pertama dilakukan acara keluarga yang dilakukan di tempat kediaman mempelai wanita, yang dihadiri pihak keluarga kedua mempelai untuk mendiskusikan prosesi, tempat serta acara resepsi pernikahan yang akandilakukan esok hari.

Selanjutnya hari kedua dilakukan prosesi pernikahan, yang dimulai di pagi hari di kuil/temple atau tempat kediaman mempelai wanita. Urutan prosesi pernikahan dilakukan sebagai berikut:

- Prosesi pernikahan dimulai dengan penjemputan mempelai pria oleh saudaara laki-laki mempelai wanita, selanjutnya mempelai pria duduk di tempat duduk pengantin yang sudah disediakan.

- Setelah pengantin pria duduk, pengantin wanita dipanggil untuk duduk disebelah mempelai pria.

- Prosesi dimulai dengan upacara doa/pooja di pimpin oleh seorang pendeta, dimana dilakukan ritual doa. Untuk mendoakan kedua mempelai.

- Setelah prosesi pooja selesai, kedua mempelai melakukan tukar cincin dan tukar rangkaian bunga yang dikalungkan di leher kedua mempelai. Prosesi dilanjutkan dengan kedua mempelai berjalan mengelilingi altar sebanyak 3 kali, sebagaimana yang kita saksikan di film-film india.

- Sebagaimana masyarakat indonesia, di indiapun orang tua merupakanpihak yang dihormati dan dimintakan restu oleh kedua mempelai. Setelah melalui semua ritual dan sesi pemotretan dilakukan makan siang dengan menghidangkan makanan besar, dimana semua pengunjung duduk berderet di kursi dan diatas meja di sajikan makanan diatas daun pisang, yang terdapat berbagai macam menu seperti buah mangga, pisang, pickel (acar), Kelapa, nasi, berbagai macam kari, papad, payasam, masala, chapati dan sebagainya.

Seluruh tamu undangan makan bersama dan pramusaji berjalan berurutan membagikan makanan dimulai dari nasi, lauk pauk berupa kari-karian, sambal dari ampas kelapa, setiap makanan habis pramusaji akan selalu mengisi kembali makanan, karena itu apabila telah merasa kenyang, daun pisang yang berada di hadapan kita, kita gulung, sebagai tanda kita sudah cukup makan.

Setelah pesta selesai pengantin pria dibawa ke tempat kediaman mempelai pria, dimana ketika menginjakan kaki di kediaman pria harus dilakukan dengan kaki kanan terlebih dahulu. (la/berbagai sumber)