MATAHARINEWS.com

Mewartakan dengan Terang Benderang

Minggu,21 September 2014

Update04:07:16 WIB

Anda berada di sini: Kesehatan Obat & Penyakit Mengenal Tomcat dan Spesiesnya
Galat
  • JFolder::create: Path not in open_basedir paths

Mengenal Tomcat dan Spesiesnya


Mataharinews.com, Jakarta - Belakangan ini, serangga tomcat menjadi begitu terkenal dan menciptakan momok baru yang meresahkan masyarakat. Racun yang terdapat pada binatang ini bisa menimbulkan dermatitis seperti kulit melepuh, gatal-gatal serta mengeluarkan cairan. 

Ciricara.com menginformasikan serangga tomcat juga ciri-cirinya. Serangga ini memiliki ciri fisik yang cukup menarik seperti memilik bentuk fisik seperti semut meskipun hewan ini tergolong dalam keluarga kumbang.

Serangga Tomcat memiliki kepala berwarna hitam dengan dada dan perut yang berwarna oranye sedangkan warna sayapnya adalah kebiruan. Warna-warna mencolok pada badannya berfungsi sebagai peringatan bagi predator lain bahwa serangga ini beracun.

Panjang tubuhnya mencapai 7-10 milimeter dan menurut guru besar ilmu serangga dari institut pertanian bogor (IPB), Aunu Rauf yang dimuat pada laman kompas.com, sebenarnya serangga ini tidak terlalu asing bagi masyarakat dan di beberapa wilayah di Indonesia.

Menurut Aunu, hewan ini adalah spesies kumbang Pederus Fuscipes dan biasanya orang-orang menyebut kumbang ini dengan nama semut kanai atau semut kayap di beberapa wilayah Indonesia. Selain itu menurut Aunu, bahwa nama tomcat diambil mungkin karena bentuknya yang sekilas mirip dengan pesawat tomcat F-14 milik Amerika.

Selain menajadi nama serangga, Tomcat juga menjadi nama obat di luar negeri yang digunakan untuk mengontrol hama hewan pengerat dan juga lem semut. Dalam bahasa inggris kumbang jenis ini biasa disebut Rove Beetle.

Serangga ini masuk dalam keluarga Staphylinidae yang terdiri dari ribuan genus dan kurang lebih terdapat 46.000 spesies. Tomcat masuk dalam salah satu genus Paederus. Total spesies yang masuk dalam genus ini ada 12. Meskipun hewan ini beracun namun keberadaan hewan ini juga membawa manfaat bagi petani. Biasanya mereka tertarik dengan cahaya lampu oleh sebab itu hewan ini masuk ke dalam komplek kediaman warga. (ep/mf)