MATAHARINEWS.com

Mewartakan dengan Terang Benderang

Minggu,26 Mei 2013

Update02:22:22 WIB

Anda berada di sini: Kesehatan Ibu & Anak Memahami gejala Autisme Pada Anak Sejak Dini

Memahami gejala Autisme Pada Anak Sejak Dini

  1. Gejala autis, bisa muncul sejak si kecil bayi. Baca panduan ini agar Anda mudah mendeteksinya.

    Usia 0- 1 tahun:

    · Menjadi kaku saat hendak digendong.

    · Terlihat sangat lemas dan otot-otot tubuhnya tidak berkembang dengan baik.

    · Tidak mau menarik rambut, jari, atau benda-benda yang disodorkan ke telapak tangannya.

    · Tidak menengok ketika mendengar Anda bicara atau memanggil namanya.

    · Mengalami masalah tidur: tidur hanya sebentar atau tidak tidur.

    · Jarang menunjukkan ekspresi wajah, tidak pernah tertawa, menangis berlebihan atau malah tidak pernah menangis.

    · Mengepakkan tangan, mengangguk-anggukan kepala, melakukan gerakan yang berulang.

    · Sering terlihat asyik sendiri.

    · Mengalami masalah dengan pencernaan, menolak disusui, makan, atau minum.

    · Kesulitan makan makanan yang bertekstur kasar.

    Usia 1-3 tahun

    · Menolak kontak mata.

    · Tidak mau tersenyum.

    · Seperti terganggu pendengarannya, misalnya tidak peduli dengan suara nyaring atau sangat peka mendengar kebisingan.

    · Tidak berceloteh atau menunjukkan keinginannya.

    · Tidak tertarik bermain bersama orang tua atau pengasuhnya.

    · Tidak berbicara satu kata pun di usia 16 bulan.

    · Tidak bisa merangkai dua kata saat berusia dua tahun.

    · Mengalami masalah komunikasi dan berbahasa.

    Usia 3-5 tahun

    · Tidak atau jarang merespon jika dipanggil namanya.

    · Tidak memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan kebutuhan atau keinginannya.

    · Tidak bisa mengerjakan perintah sederhana.

    · Tidak bisa merespon suara yang terdengar pada saat bersamaan.

    · Tidak menunjukkan kemampuan bahasa tubuh yang sesuai, misalnya tidak mau melambaikan tangan.

    · Sering tantrum dan melakukan kekerasan fisik.

    · Kehilangan kemampuan berbahasa.

    · Tertarik pada benda yang berputar atau bergerak dengan gerakan konstan.

    · Memainkan mainannya dengan cara yang tidak lazim (misalnya memainkan mobil-mobilan hanya dengan memutarkan roda-rodanya saja).

    · Hiperaktif.

    · Tidak pernah membalas senyuman.

    · Tidak melakukan kontak mata.

    · Lebih memilih bermain sendiri dan tidak mau bermain dengan teman sebaya.

    · Berjalan dengan cara jinjit.

    · Memiliki keterikatan dengan mainan tertentu, aktivitas, dan rutinitas. Merasa tidak nyaman bahkan marah jika semua itu terganggu.

    · Mengingat cerita, tulisan, atau lagu dengan berlebihan.

    · Menolak makan dengan lauk yang beragam teksturnya. (ss/m&b/photo:visualphotos)