MATAHARINEWS.com

Mewartakan dengan Terang Benderang

Jumat,19 September 2014

Update18:14:33 WIB

Anda berada di sini: Kesehatan Ibu & Anak Memahami gejala Autisme Pada Anak Sejak Dini
Galat
  • JFolder::create: Path not in open_basedir paths

Memahami gejala Autisme Pada Anak Sejak Dini

  1. Gejala autis, bisa muncul sejak si kecil bayi. Baca panduan ini agar Anda mudah mendeteksinya.

    Usia 0- 1 tahun:

    · Menjadi kaku saat hendak digendong.

    · Terlihat sangat lemas dan otot-otot tubuhnya tidak berkembang dengan baik.

    · Tidak mau menarik rambut, jari, atau benda-benda yang disodorkan ke telapak tangannya.

    · Tidak menengok ketika mendengar Anda bicara atau memanggil namanya.

    · Mengalami masalah tidur: tidur hanya sebentar atau tidak tidur.

    · Jarang menunjukkan ekspresi wajah, tidak pernah tertawa, menangis berlebihan atau malah tidak pernah menangis.

    · Mengepakkan tangan, mengangguk-anggukan kepala, melakukan gerakan yang berulang.

    · Sering terlihat asyik sendiri.

    · Mengalami masalah dengan pencernaan, menolak disusui, makan, atau minum.

    · Kesulitan makan makanan yang bertekstur kasar.

    Usia 1-3 tahun

    · Menolak kontak mata.

    · Tidak mau tersenyum.

    · Seperti terganggu pendengarannya, misalnya tidak peduli dengan suara nyaring atau sangat peka mendengar kebisingan.

    · Tidak berceloteh atau menunjukkan keinginannya.

    · Tidak tertarik bermain bersama orang tua atau pengasuhnya.

    · Tidak berbicara satu kata pun di usia 16 bulan.

    · Tidak bisa merangkai dua kata saat berusia dua tahun.

    · Mengalami masalah komunikasi dan berbahasa.

    Usia 3-5 tahun

    · Tidak atau jarang merespon jika dipanggil namanya.

    · Tidak memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan kebutuhan atau keinginannya.

    · Tidak bisa mengerjakan perintah sederhana.

    · Tidak bisa merespon suara yang terdengar pada saat bersamaan.

    · Tidak menunjukkan kemampuan bahasa tubuh yang sesuai, misalnya tidak mau melambaikan tangan.

    · Sering tantrum dan melakukan kekerasan fisik.

    · Kehilangan kemampuan berbahasa.

    · Tertarik pada benda yang berputar atau bergerak dengan gerakan konstan.

    · Memainkan mainannya dengan cara yang tidak lazim (misalnya memainkan mobil-mobilan hanya dengan memutarkan roda-rodanya saja).

    · Hiperaktif.

    · Tidak pernah membalas senyuman.

    · Tidak melakukan kontak mata.

    · Lebih memilih bermain sendiri dan tidak mau bermain dengan teman sebaya.

    · Berjalan dengan cara jinjit.

    · Memiliki keterikatan dengan mainan tertentu, aktivitas, dan rutinitas. Merasa tidak nyaman bahkan marah jika semua itu terganggu.

    · Mengingat cerita, tulisan, atau lagu dengan berlebihan.

    · Menolak makan dengan lauk yang beragam teksturnya. (ss/m&b/photo:visualphotos)